pernikahan langgeng

May 20, 2008 at 7:20 am | In love storiez | 1 Comment
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Ternyata, usia perkawinan yang sudah terbilang lama bukan jaminan perkawinan tersebut akan langgeng. Mengapa?

Ketika artis terkenal, Dewi Yul, memutuskan bercerai dari suaminya, Ray Sahetapy, banyak orang terkejut. Di mata masyarakat, perkawinan mereka yang telah membuahkan empat anak itu tampak adem-ayem dan sepi dari gosip. Siapa sangka, setelah 24 tahun bersama-sama menjalani manis-pahitnya biduk perkawinan, akhirnya pasangan ini pun berpisah.
Memang, tak ada yang bisa meramal usia perkawinan, apakah bakal langgeng atau putus di tengah jalan. “Perkawinan itu, kan, proses perjalanan panjang hidup bersama. Kalau di dalam proses itu tak ada kesepakatan, ya, bisa saja putus di tahun berapa pun. Bahkan di tahun ke-40 yang nyaris kawin emas. Jadi ada yang sukses berproses, ada yang gagal,” ungkap Drs. Monty P. Satiadarma, MS/AT,MCP/MFCC, seorang terapis keluarga.

Lebih jauh dijelaskan Monty, menikah secara mudah diartikan sebagai persatuan dua pribadi yang berbeda. Konsekuensinya, akan banyak terdapat perbedaan yang muncul saat menjalani perka-winan. “Satu hal yang sering kurang disadari oleh orang yang menikah adalah bersatunya dua pribadi bukanlah persoalan sederhana. Setiap orang mempunyai sejarahnya sendiri-sendiri dan latar belakang yang seringkali sangat jauh berbeda, entah latar belakang keluarga, lingkungan tempat tinggal ataupun pengalaman pribadinya selama ini.Makanya perkawinan adalah proses untuk menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut.”

Berdasarkan itulah, kesuksesan perkawinan ditandai bukan hanya oleh berapa lama hubungan tersebut terjalin, tapi juga intensitas perasaan yang dialami dua orang yang menjalin relasi perkawinan. “Bisa saja di tahun ke-5, proses sharing sudah enggak jalan. Yang ada cuma kekesalan dan kekecewaan. Perkawinan tidak lagi nyaman, tinggal tunggu satu pemicu saja, maka semuanya akan berakhir,” tandas psikolog yang menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara ini.

PERKAWINAN SEMU
Jadi, mengukur sukses-tidaknya sebuah perkawinan tak bisa semata-mata berpatokan pada lamanya usia perkawinan saja. Apalagi seperti dibilang Monty, di Indonesia, lamanya perkawinan bukanlah ukuran sukses perkawinan tersebut. Banyak pasutri yang menghindari perceraian meski perkawinannya jelas-jelas sudah “ambruk”!

Bagi masyarakat timur yang masih memegang tradisi keluarga, kata Monty, perkawinan adalah bukti komitmen dan perceraian dianggap hal yang tabu. Akibatnya, jika mereka bercerai juga, maka kredibilitasnya akan turun. “Sedapat mungkin mereka mempertahankan karena perceraian mengubah status sosial dan finansial seseorang.” Belum lagi masalah anak yang dipikirkan dampaknya bila orang tua harus bercerai. “Tak sedikit orang tua yang menunda perceraian hingga anak-anak menjadi dewasa dengan anggapan, mereka akan lebih mudah menerima perceraian orang tuanya.”

Akibat sudah tak sejalan, tetapi karena ngotot mempertahankan perkawinan demi tuntutan masyarakat, akhirnya yang terjadi adalah perkawinan semu. “Ini yang disebut dengan superficial marital relationship. Hidup dalam ikatan yang sah, tapi masing-masing pihak sebenarnya sudah jalan sendiri-sendiri. Mungkin sempat menjalani kehidupan harmonis sekian tahun, selebihnya menjadi pribadi yang asing satu sama lain. Perkawinan diteruskan hanya sebagai upaya memenuhi tuntutan sosial.” Kesuksesan suatu perkawinan, menurut Monty, harus dilihat dari sejauh mana pasutri merasakan kepuasan hubungan perkawinan pada sebagian besar waktu yang dilalui dalam ikatan perkawinan. Apakah keduanya merasa yakin dan percaya bahwa kebutuhan fisik, emosional, dan psikologisnya terpenuhi dalam kebersamaan dengan pasangan? “Yang sudah menjalani sampai 30 tahun lebih pun belum pernah diteliti, apakah betul mereka menjalani kebersamaan secara terus-menerus dengan sesungguhnya. Mungkin sekian tahun pertama,
penuh cinta dan harmonis. Selebihnya, cuma status sosial saja yang mengatakan bahwa mereka menikah,” kata Monty mengakhiri.

KESENJANGAN MENJADI POTENSI KONFLIK
DARI penelitian ditemukan, indikator umum yang terkait dengan kesuksesan perkawinan adalah faktor kesenjangan. Entah dalam hal berpikir, budaya, penghasilan, dan sebagainya. “Misalnya, si istri seorang sarjana sementara suaminya tak sekolah. Awalnya berjalan romantis, tapi lama-lama si suami ini kalau diajak ngomong, kok, enggak nyambung. Akhirnya, salah satu dari mereka jadi “gerah” dan minta cerai karena komunikasi sudah tidak jalan,” papar Monty.

Namun, meski kesenjangan berpotensi mengancam keutuhan perkawinan, bukan berarti pasutri yang sejak semula banyak perbedaan, lalu bakal bercerai di kemudian hari. “Perkawinan adalah suatu dinamika. Jika selama proses perkawinan, kesenjangan- kesenjangan yang muncul sejak awal dan selama perkawinan bisa diterima dan ditolerir, ya, perkawinan bisa jalan terus.” Sebaliknya, ada yang dari awal, pasangan itu dinilai bibit, bebet, bobot-nya sudah oke, ternyata cerai juga. Memang, pada akhirnya, jodoh adalah rahasia Yang Maha Mempertemukan meski semua pasangan tentu bercita-cita melewatkan kawin emasnya.

KUNCI SUKSES PERKAWINAN AWET
KALAU kita menyaksikan pasutri yang mampu bertahan sedemikian lama dalam perkawinan, tentu kita iri dan ingin mengikuti resepnya. Menurut Thomas Rice, dalam bukunya, Intimate Relationship, Marriages and Families, ada beberapa hal yang bisa mengawetkan hubungan suami-istri, yaitu:

* Komunikasi
Yang dimaksud bukan sekadar berbicara, tapi juga mendengarkan. Bila Anda sudah mulai malas mendengarkan pasangan berbicara, berarti Anda telah kehilangan komunikasi.

Tunjukkan sikap yang baik dalam berkomunikasi, yaitu mendengarkan pasangan berbicara sampai selesai, sebelum Anda mengutarakan pendapat Anda sendiri. Ingat, perkawinan adalah timbal-balik di antara dua orang. Semua pihak ingin punya kesempatan berbicara dan hak untuk didengar.

* Kejujuran
Banyak pasangan mengaku, kejujuranlah yang membuat perkawinan mereka bertahan lama. Memang, mengakui dengan jujur kesalahan dan kekhilafan, tak jarang pahit didengarkan, tapi kejujuran akan menyelamatkan hubungan.

* Saling Menghargai
Hubungan perkawinan yang sukses memandang pasangannya sederajat (equal). Jalani perkawinan dengan saling menghargai satu sama lain.

* Saling Percaya
Jangan menghabiskan pikiran untuk terus-terusan tegang dan curiga pada pasangan. Jika suami terlambat pulang dengan alasan lalu-lintas macet, buat apa selalu menjadikannya bahan kecurigaan? Janganlah kecurigaan kecil menjadi ancaman dalam perkawinan.

* Pasangan Adalah Teman
Jadikan pasangan Anda sebagai teman saat suka dan duka, sebab cinta yang awet membutuhkan persahabatan, bukan sekadar emosi.

* Humor
Percintaan yang diselingi humor akan menyejukkan suasana. Jangan ragu untuk tertawa bersama pasangan, termasuk menertawakan hal-hal yang remeh sekalipun.

* Kompromi
Apa yang Anda inginkan darinya dan apa yang dia inginkan dari Anda, perlu dikompromikan untuk mencapai keseimbangan. Seringkali ada hal kecil yang harus dikorbankan untuk memperoleh kebahagiaan.

* Saling Memaafkan
Hubungan perkawinan tak akan langgeng bila salah satu pihak menyimpan dendam. Berilah maaf, jangan menyimpan dendam.

* Cinta
Tumbuhkan perasaan cinta pada pasangan, karena sampai kapan pun, manusia hidup butuh dicintai dan mencintai.

* Doa
Mohonlah berkah dan kemurahan hati-Nya agar cinta dan perkawinan Anda selalu berjalan mulus dan langgeng.

INFO GEDUNG DHARMA WANITA JAKARTA

May 8, 2008 at 7:33 am | In wedz vendorz | 8 Comments
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

SUMBER: www.happywedz.blogspot.com & www.femaleclick.blogspot.com

GEDUNG DHARMA WANITA PERSATUAN

 

Prosedur Pemesanan

1.    Untuk pemesanan gedung dapat dilayani melalui telepon, faksimile :

GEDUNG DHARMA WANITA PERSATUAN

Jalan Pedurenan Masjid Kav. F. 01 Karet Kuningan, Jakarta Selatan Telepon & Fax. 5201715.

2.    Untuk pemesanan sementara, diberi waktu satu minggu terhitung dari tanggal pemesanan gedung. Bila tidak ada konfirmasi dari penyewa dalam jangka waktu tersebut, pesanan dianggap batal.

 

Prosedur Pembayaran

1.   Uang muka dibayar 50% pada saat Penyewa mengisi formulir pesanan.

2.   Pelunasan seluruh pesanan dilakukan selambat-lambatnya 2 [dua] minggu sebelum acara. Bila pada batas waktu tersebut belum dipenuhi, pesanan dianggap batal dan dikenakan ketentuan-ketentuan menurut prosedur pembatalan.

 

Prosedur Pembatalan

1.   Pembatalan pesanan harus diajukan secara tertulis kepada Pengelola Gedung Dharma Wanita Persatuan dan dikenakan biaya administrasi sebagai berikut :

• Uang muka tidak dikembalikan.

• Pembatalan 1 [satu] minggu sebelum acara :

a. Katering dan Kesenian sebesar 10% dari total pesanan.

b. Dekorasi dan dokumentasi sebesar 20% dari total pesanan.

2.   Perubahan waktu hanya diijinkan satu kali dan dilaksanakan dalam kurun waktu tidak lebih dari 1 [satu] tahun. Kurang dari 2 [dua] bulan dari acara dianggap batal uang muka tidak kembali.

 

 

Auditorium [Lantai I]

Pemakaian

Biaya Sewa

Overtime

Keterangan

Hari Kerja

• Siang

• Malam

Rp. 4.000.000,- + PPN

Rp. 5.000.000,- + PPN

10 % dari

biaya sewa

per-jam + PPN

Pk. 10.00 – 13.00

Pk. 19.00 – 22.00

Hari Libur/

Sabtu/Minggu

• Siang

• Malam

Rp. 5.000.000,- + PPN

Rp. 6.000.000,- + PPN

10 % dari

biaya sewa

per-jam + PPN

Pk. 10.00 – 13.00

Pk. 19.00 – 22.00

Akad Nikah

Rp. 1.000.000,- + PPN

Katering

Rp. 35.000,-/porsi

Rp. 37.500,-/porsi

Rp. 40.000,-/porsi

Tipe A

Tipe B

Tipe C

         

­

Biaya Lain

 

1.    Pemakaian sound system diluar fasilitas

[2.000 watt] dikenakan biaya Rp. 300.000,- /1.000 watt

2.    Meja Rp. 4.000,- /buah

3.    Cover Meja Rp. 7.500,- /buah

4.    Taplak Meja Rp. 3.500,- /buah

5.    Kursi Futura Rp. 5.000,- /buah

6.    Sofa Rp. 5.000,- /buah

7.    Sarung Kursi Rp. 6.500,- /buah [minimal

3.    pesanan 100 buah

8.    Organ Tunggal Rp. 150.000,-

9.    Band Rp. 300.000,-

 

CATATAN :

 

• Minimal pesanan setara dengan 800 porsi.

• Sumbangan makanan diluar banquete order dikenakan biaya Rp. 250.000,-/meja

• Jumlah pesanan lebih dari 800 orang dikenakan biaya keamanan Polisi Rp. 300.000,-

 

FASILITAS:

Auditorium [Lantai I]

• Luas Auditorium 31 x 31 m

• Pergola 18 x 7 m

• Kapasitas 800 orang

• 3 Ruang Rias Pengantin

• 4 Meja Penerima Tamu

• 200 Kursi

• Ruang ber-AC

• Listrik 5.000 watt

Sound System 2.000 watt, 4 mike

• Lampu Sorot 3.000 watt

• Cadangan Generator

• Karpet Jalan

• Karpet Panggung

• Panggung Utama 16 x 16 x 0,4 m

• Panggung Musik 4 x 6 m

• Parkir dan Car Call

 

Katering

1. Ayang

2. Arry Utama

3. Ase

4. Amelia

5. Alfabeth

6. Alfa

7. Andha

8. Ananda

9. Asmi

10. Angin Mamiri

11. Bali Indah

12. Caterindo

13. Dwi Tunggal Citra

14. Dira Sari

15. Diamond

16. Dhirasa

17. Djoko

18. Dewi Sri

19. Erin Listia

20. Gatari

21. Haji Tinah

22. Hosanna’s

23. IGI

24. Kaparinyo

25. Kangka’s

26. Kiki

27. Lia Putri

28. Mira

29. Mawar

30. Mandala Abadi

31. Masitoh

32. Nurmayasari

33. Nirwana Indah

34. Nani

35. Peni

36. Puspa

37. Puri

38. Pasar Minggu

39. Puspita Sarwangi

40. Pulo Asem

41. Padang Raya

42. Puti Reno Sari

43. Risya

44. Supit

45. Soedrmono/Perfect

46. Suwandana Ishak

47. Surya

48. Tida’r

49. Trendy

50. Wifa

51. Yvonne’s

52. Yun Abdullah

53. Yani

 

Dekorasi

1. Avi

2. Asmi

3. Amry SY

4. Aura

5. Ananda

6. Cavendish

7. Cinduamato

8. Des Iskandar

9. Diah

10. Djusmasri

11. Dinda Sakato

12. Gelora

13. Gadih Ranti

14. Indora

15. Karina Salon

16. Lia Putri

17. Mitra Sekar Utama

18. Mayang Taurai

19. Martin Rose

20. Nemi Sukria

21. Nurmayasari

22. Nilasari

23. Nirwana Indah

24. Onna [Nauli]

25. Puti Minang

26. Puri

27. Rati Wedding

28. Sanggar Nolar

29. Surya

30. Steven

31. Sanggar Elly Kasim

32. Tip Top

33. Tidar’s

34. Yani

 

Dokumentasi

1. AA

2. Ananda

3. Bintik Kuning

4. Des Iskandar

5. Djusmasri

6. Dian

7. Guci Mas

8. Gading Mas

9. Graha Cipta

10. Irawan

11. Indora

12. Kurnia

13. King’s Foto

14. Lip Kiss

15. Nirwana Indah

16. Nilasari

17. Payu

18. Puri

19. Puti Minang

20. Royen

21. Ratu Wedding

22. Radline Prod

23. Senada

24. Sanggar Nolar

25. Tri Sapta

26. Tidar’s

27. Viesta

28. Wisma Studio

 

Kesenian

1. Ananda

2. Amry SY

3. Cinduomato

4. Chandra Budaya

5. Des Iskandar

6. Djusmasri

7. Dinda Sakato

8. Gadih Ranti

9. Jenggala Manik

10. Nilasari

11. Puti Minang

12. Sanggar Nolar

23. Sanggar Elly Kasim

24. Tidar’s

 

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.