ide unik personal :)

March 11, 2008 at 10:22 am | In wedding tipz | 2 Comments
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

SPACE PRIBADI UNTUK MEMPELAI

Foto prewedding dapat dipasang di dinding khusus di ruang resepsi untuk mempermudah tamu supaya lebih kenal dekat dengan mempelai. Untuk kesan unik, foto prewedding bisa ditempatkan di sebuah pojok khusus, misalnya di dekat pintu masuk, gang sepanjang pintu masuk, dsb.

Space dinding tempat foto-foto ini juga bisa diganti dengan komik (kalian bisa minta bantuan ke teman yang jago bikin ilustrasi berwarna) yang menceritakan kisah perjalanan kalian berdua yang paling unik dan lucu, sejak pertama kali bertemu sampai detik-detik menjelang pernikahan. Sehingga tamu yang datang pasti terkesan dengan karya seni ini dan ingin tahu cerita kalian lebih lanjut.

Bisa juga diisi dengan poster berisi testimonial dari teman-teman, bagaimana pendapat atau komentar mereka tentang pernikahan kalian berdua.Atau kalo mau lebih unik lagi, bisa pajang poster-poster yang isinya sms-sms lucu selama kalian berdua pacaran (ini buat yang hobi ngoleksi sms dari pacar ya,hehehe). Jangan lupa detailnya, seperti jam berapa sms itu dikirim, tanggal berapa, dsb, jadi tamu bisa tahu kisah perjalanan kalian saat awal-awal pacaran.  

MESSAGE WALL

Buat kalian yang mengundang banyak teman-teman sebaya, bisa pakai ide message wall. Sediakan dinding untuk tempat coret-coret pesan dari teman-teman buat kalian. Buat dindingnya semenarik mungkin, dengan ilustrasi yang di printing digital berukuran besar (misalnya 2×3 meter).

Kalau ilustrasinya bisa disesuaikan dengan tema pesta kalian, misalnya pesta bertema pantai, poster bisa bergambar laut dengan payung tempat berjemur, matahari, putri duyung, dsb. Bahkan si pesan bisa ditulis di secarik kertas stiker berbentuk bintang laut (misalnya untuk poster bertema pantai), dan ditempelkan ke dinding poster itu. Kalau susah mencari stiker bentuk tertentu, bisa cari gambar di internet, lalu diprint ke kertas stiker polos (biasanya kertas stiker polos banyak dijual di toko buku). Kalau susah menggunakan stiker, bisa menggunakan double-tape (plester dua sisi) yang kemudian bisa ditempel ke poster besar. 

SUVENIR

Tambahkan sentuhan pribadi di souvenir kalian, misalnya notebook/kalender bergambar kartun kamu dan pasangan (minta temanmu yang jago desain dan ilustrasi untuk membuat desainnya). Atau kertas tanda terima kasih yang ada gambar wajah/foto kalian. Ini akan memberi sentuhan lebih unik dan mudah diingat oleh tamu.

Pernikahan Adat Minahasa

March 4, 2008 at 8:42 am | In wedding tipz | Leave a Comment
Tags: , , , , , , , ,

Source: http://www.theminahasa.net/social/tradition/weddingid.html

Oleh Jessy Wenas

Dalam pelaksanaan upacara adat Minahasa sekarang ini, semua acara / upacara perkawinan dipadatkan dan dilaksanakan dalam satu hari saja. Pagi hari memandikan pengantin, merias wajah, memakai busana pengantin, memakai mahkota dan topi pengantin untuk upacara “maso minta” (toki pintu). Siang hari kedua pengantin pergi ke catatan sipil atau Departemen Agama dan melaksanakan pengesahan/pemberkatan nikah (di Gereja), yang kemudian dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Pada acara ini biasanya dilakukan upacara perkawinan adat, diikuti dengan acara melempar bunga tangan dan acara bebas tari-tarian dengan iringan musik tradisional, seperti tarian Maengket, Katrili, Polineis, diriringi Musik Bambu dan Musik Kolintang. 

Bacoho (Mandi Adat)

Setelah mandi biasa membersihkan seluruh badan dengan sabun mandi lalu mencuci rambut dengan bahan pencuci rambut yang banyak dijual di toko, seperti shampoo dan hair tonic. Mencuci rambut “bacoho” dapat delakukan dengan dua cara, yakni cara tradisional ataupun hanya sekedar simbolisasi.

Tradisi : Bahan-bahan ramuan yang digunakan adalah parutan kulit lemong nipis atau lemong bacoho (citrus limonellus), fungsinya sebagai pewangi; air lemong popontolen (citrus lemetta), fungsinya sebagai pembersih lemak kulit kepala; daun pondang (pandan) yagn ditumbuk halus, fungsinya sebagai pewangi, bunga manduru (melati hutan) atau bunga rosi (mawar) atau bunga melati yang dihancurkan dengan tangan, dan berfungsi sebagai pewangi; minyak buah kemiri untuk melemaskan rambut dicampur sedikit perasan air buah kelapa yang diparut halus. Seluruh bahan ramuan harus berjumlah sembilan jenis tanaman, untuk membasuh rambut. Sesudah itu dicuci lagi dengan air bersih lalu rambut dikeringkan.Simbolisasi : Semua bahan-bahan ramuan tersebut dimasukkan ke dalam sehelai kain berbentuk kantong, lalu dicelup ke dalam air hangat, lalu kantong tersebut diremas dan airnya ditampung dengan tangan, kemudian digosokkan kerambut calon pengantin sekadar simbolisasi. Lumele’ (Mandi Adat): Pengantin disiram dengan air yang telah diberi bunga-bungaan warna putih, berjumlah sembilan jenis bunga yang berbau wangi, dengan mamakai gayung sebanyak sembilan kali di siram dari batas leher ke bawah. Secara simbolis dapat dilakukan sekedar membasuh muka oleh pengantin itu sendiri, kemudian mengeringkannya dengan handuk yang bersih dan belum pernah digunakan sebelumnya. 

Upacara Perkawinan

Upacara perkawinan adat Minahasa dapat dilakukan di salah satu rumah pengantin pria ataupun wanita. Di Langowan-Tontemboan, upacara dilakukan dirumah pihak pengantin pria, sedangkan di Tomohon-Tombulu di rumah pihak pengantin wanita.Hal ini mempengaruhi prosesi perjalanan pengantin. Misalnya pengantin pria ke rumah pengantin wanita lalu ke Gereja dan kemudian ke tempat acara resepsi. Karena resepsi/pesta perkawinan dapat ditanggung baik oleh pihak keluarga pria maupun keluarga wanita, maka pihak yang menanggung biasanya yang akan memegang komando pelaksanaan pesta perkawinan. Ada perkawinan yang dilaksanakan secara Mapalus dimana kedua pengantin dibantu oleh mapalus warga desa, seperti di desa Tombuluan. Orang Minahasa penganut agama Kristen tertentu yang mempunyai kecenderungan mengganti acara pesta malam hari dengan acara kebaktian dan makan malam.Orang Minahasa di kota-kota besar seperti kota Manado, mempunyai kebiasaan yang sama dengan orang Minahasa di luar Minahasa yang disebut Kawanua. Pola hidup masyarakat di kota-kota besar ikut membentuk pelaksanaan upacara adat perkawinan Minahasa, menyatukan seluruh proses upacara adat perkawinan yang dilaksanakan hanya dalam satu hari (Toki Pintu, Buka/Putus Suara, Antar harta, Prosesi Upacara Adat di Pelaminan). Contoh proses upacara adat perkawinan yang dilaksanakan dalam satu hari :
Pukul 09.00 pagi, upacara Toki Pintu. Pengantin pria kerumah pengantin wanita sambil membawa antaran (mas kawin), berupa makanan masak, buah-buahan dan beberapa helai kain sebagai simbolisasi. Wali pihak pria memimpin rombongan pengantin pria, mengetuk pintu tiga kali.
Pertama : Tiga ketuk dan pintu akan dibuka dari dalam oleh wali pihak wanita. Lalu dilakukan dialog dalam bahasa daerah Minahasa. Kemudian pengantin pria mengetok pintu kamar wanita. Setelah pengantin wanita keluar dari kamarnya, diadakan jamuan makanan kecil dan bersiap untuk pergi ke Gereja.       
Pukul 11.00-14.00 : Melaksanakan perkawinan di Gereja yang sekaligus dinikahkan oleh negara, (apabila petugas catatan sipil dapat datang ke kantor Gereja). Untuk itu, para saksi kedua pihak lengkap dengan tanda pengenal penduduk (KTP), ikut hadir di Gereja.
Pukul 19.00 : Acara resepsi kini jarang dilakukan di rumah kedua pengantin, namun menggunakan gedung / hotel.
Apabila pihak keluarga pengantin ingin melaksanakan prosesi upacara adat perkawinan, ada sanggar-sanggar kesenian Minahasa yang dapat melaksanakannya. Dan prosesi upacara adat dapat dilaksanakan dalam berbagai sub-etnis Minahasa, hal ini tergantung dari keinginan atau asal keluarga pengantin. Misalnya dalam versi Tonsea, Tombulu, Tontemboan ataupun sub-etnis Minahasa lainnya.Prosesi upacara adat berlangsung tidak lebih dari sekitar 15 menit, dilanjutkan dengan kata sambutan, melempar bunga tangan, potong kue pengantin , acara salaman, makan malam dan sebagai acara terakhir (penutup) ialah dansa bebas yang dimulai dengan Polineis. 

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.